Puasa Sehat bagi Penderita Sakit Maag

Oleh Rosyadi Aziz Rahmat

Cukup banyak kita mendengar penderita sakit maag justru bertambah sakit ketika berpuasa, bahkan ada di antara mereka yang mesti dirawat di rumah sakit. Apa benar puasa berbahaya? Bukankah puasa itu secara medis justru menyehatkan?

Untuk mengetahui lebih jauh, silakan simak pembahasan berikut.

Sakit Maag

Sebenarnya sakit maag merupakan istilah yang keliru. Kata “maag” berasal dari bahasa Belanda yang artinya lambung. Jadi sakit maag dapat berarti puluhan penyakit yang terjadi di lambung. Namun istilah penyakit maag ini banyak disesuaikan penggunaannya untuk istilah dispepsia fungsional dalam bahasa medis.

Sakit maag atau dispepsia fungsional merupakan keadaan rasa tidak nyaman di perut. Keluhan ini sering diikuti rasa nyeri, mulas, mual, muntah, atau kepala pusing. Namun dalam pemeriksaan organ sebenarnya tidak dijumpai kelainan organik, misalnya tukak. Keluhan ini biasa terjadi bila terlambat makan atau makan yang terlalu banyak.

Puasa sebagai Salah Satu Cara Pengobatan

Ada banyak sekali penelitian yang menyebutkan puasa itu menyehatkan. Sebagian dokter juga menganjurkan berpuasa bagi penderita sakit maag agar lebih cepat penyembuhannya.

Ketika berpuasa, lambung akan kosong selama lebih dari sepuluh jam. Hal ini menyebabkan lambung beristirahat, sehingga memberi kesempatan bagi lambung untuk memperbaiki sel-selnya setelah sibuk bekerja selama tidak puasa. Produksi asam lambung juga berkurang karena tidak adanya makanan yang masuk. Dengan demikian, diharapkan proses penyembuhan menjadi lebih cepat dan keluhan sakit maag bisa dikurangi.

Meskipun telah jelas bahwa puasa sangat bermanfaat bagi penderita sakit maag, namun tetap saja banyak terjadi kekambuhan. Hal ini bukan puasanya yang salah, tapi cara berpuasanya yang salah. Menu makanan bagi penderita sakit maag seharusnya mendapatkan perhatian khusus untuk mengurangi tingkat kekambuhan.

Makanan dan Minuman yang Perlu Dihindari

Untuk mengurangi keluhan dan kekambuhan, ada beberapa jenis makanan dan minuman yang perlu dihindari. Pertama, makanan dan minuman yang mengandung gas, misalnya sawi, kol, nangka, pisang ambon, dan minuman soda. Kedua, makanan yang sulit dicerna, misalnya kue tart dan keju. Ketiga, minuman yang merangsang pengeluaran asam lambung, misalnya kopi, alkohol, dan susu full cream. Keempat, bahan yang secara langsung merusak dinding lambung, misalnya cuka, bumbu pedas, dan merica. Kelima, makanan dan minuman yang melemahkan klep kerongkongan, misalnya alkohol, cokelat, dan gorengan. Lain-lain misalnya beras ketan, mie, ubi singkong, talas, dan dodol.

Obat-Obatan

Terkadang meskipun telah berpuasa dan menjaga makanan, tetap saja sakit maag kambuh. Untuk itu diperlukan penggunaan obat-obatan. Jenis obat-obatan yang banyak digunakan antara lain antasida untuk menetralisasi asam lambung, sukralfat untuk melindungi mukosa lambung, dan golongan obat-obatan yang mengurangi produksi asam lambung. Bila dengan penggunaan antasida tidak mampu mengurangi sakit maag, sebaiknya berkonsultasi ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan lebih.

Tinggalkan komentar

Filed under Kesehatan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s