Muslim Simbolis

Faktanya ketika kita berbicara tentang Islam, masyarakat selalu menganalogikan dengan simbol-simbol. Masyarakat terjebak dalam simbol-simbol yang dihubung-hubungkan dengan agama. Masyarakat selalu berpikir bahwa Islam itu adalah perempuan yang memakai jilbab, laki-laki yang memakai jubah atau peci, perayaan-perayaan hari besar, ataupun orang-orang yang rajin sholat, sedekah, dan sebagainya. Hey buddy, open your eyes, your ears, and your heart, Islam is not about fashion, celebration, nor praying only.

Penyebabnya adalah kelemahan wawasan keislaman masyarakat Islam. Mereka berpikir seperti katak di dalam kotak (peribahasa versi saya, hehe). Mereka beragama hanya melihat dari apa yang telah dilakukan orangtua mereka, sementara mereka tidak tahu mengapa orangtua mereka melakukan hal tersebut dan bagaimana cara beragama yang benar atau seharusnya. Sehingga ketika mereka melihat cara beragama yang “berbeda” dengan yang mereka lakukan, mereka bertanya itu Islam yang mana lagi. Ketika hendak berurusan dengan bank, maunya yang ada tambahan kata “syariah”, namun mereka tidak tahu apa yang dilakukan bank tersebut sesuai syariah atau tidak.

Masyarakat menutup mata, telinga, dan hati mereka untuk mengetahui kebenaran Islam. Mereka katakan bahwa agama itu masing-masing, tak perlu mengurus orang lain. Sampai di sini mungkin “benar”, tapi mereka lupa bahwa hal tersebut dapat menenggelamkan mereka sendiri ke dalam kesesatan. Mereka lebih memilih “jalan aman”, tidak tahu tentang kebenaran lebih baik daripada harus berdebat. Mereka tidak mau tahu tentang Islam yang benar, tentang berislam yang benar, tentang cara beribadah dan beragama yang benar, serta tentang cara bermuamalah yang benar.

Mereka tidak tahu bahwa sesungguhnya Islam adalah cara hidup (the way of life), bukan sekadar isian data di KTP. Kata Om H.A.R. Gibb, “Islam is indeed much more than a system. It’s a complete civilization.” Islam punya aturan yang jelas untuk seluruh sendi kehidupan dimulai dari bangun tidur hingga akan tidur lagi. Islam telah mengatur bagaimana adab bangun tidur dan adab ketika hendak tidur, bekerja, berniaga, berbicara, bergaul, berpakaian, beribadah, belajar, mengurus jenazah, bertetangga, memimpin, bahkan cara buang air dan cara bersucinya juga diajarkan.

Sebagai bagian dari masyarakat Islam, sudah sepantasnya kita mempertanyakan pada diri kita sendiri apakah kita termasuk bagian dari MASYARAKAT BERSIMBOL ISLAM atau memang bagian dari MASYARAKAT ISLAM. It’s your choice!

Taken from my note

http://www.facebook.com/notes/rosyadi-aziz-rahmat/muslim-simbolis/10151109040034163

Source of image

annisainnal.blogspot.com

Tinggalkan komentar

Filed under Nasehat & Motivasi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s